• Home
  • Photography
    • Landscape and Nature
    • People and Street
    • Portrait and Models
    • Belajar Fotografi
    • Tutorial Photoshop
  • Coffee Corner
  • Aftertaste Story
  • Gallery
    • Landscape and Nature
    • Human Interest
    • Black and White
    • Instagram
  • Travel
  • About

Aftertaste Blog

By Safruddin Alwi

Makassar Street Hunting 2014
Terakhir kali saya berkesempatan ikut #FNstreethunting sewaktu masih di bandung tahun 2011 yang lalu. Setelahnya selalu saja ada kegiatan lain yang membuat alpa. Akhirnya di tahun 2014 ini bisa kembali bergabung dengan kawan-kawan sesama pehobi foto untuk menghambur "shutter" dijalanan. Istimewanya kali ini saya ikut street hunting ini di Kota Makassar. Ini pertama kalinya bergabung dengan komunitas fotografi di kota daeng yang menjadi domisili saya sekarang.
Daeng Becak #MASH2014
Cerita behind the picture sedikit. "persenjataan" yang saya bawa kamera DSLR Nikon D90 dengan lensa utama saya pasang lensa fix 85. Untuk street hunting saya lebih sering memakai lensa fix. Untuk back up saya membawa kamera pocket. Karena waktu hunting sore hari, saya juga menyiapkan lensa wide dan tripod, rencananya setelah street hunting bisa motret blue hour sekitaran masjid terapung. Sekalipun akhirnya batal karena kegiatan street hunting seru ini selesai setelah waktu maghrib.
Devil's Eyes #MASH2014
Kami start dari meeting point Zona Cafe sekitaran Fort Rotterdam. Menyusuri jalan Somba Opu yang menjadi pusat pertokoan oleh-oleh khas Makassar dan berakhir di anjungan pantai losari. Saya sendiri cukup takjub setelah hampir 7 tahun meninggalkan kota Makassar, pantai losari sudah mengembang ke kiri dan ke kanan. Sekarang ada beberapa anjungan yang disebut berdasarkan nama daerah di Sulsel. Anjungan Makassar City, Anjungan Bugis, Anjungan Toraja (mungkin ada lagi yang lupa saya sebutkan).
Potret jalanan #MASH2014
Selain itu tidak banyak perubahan. Sekitaran losari selalu padat terutama oleh muda-mudi dan yang pasti jajangan tradisional sepanjang pantai losari. Konon katanya losari adalah food street terpanjang di Indonesia. Sore hari para pedagang sudah siap-siap mengantar dagangan mereka ke posnya masing-masing. 
Berangkat Berdagang #MASH2014
Tentang street hunting, masing-masing genre fotografi punya keunikan masing-masing. Tingkat kesulitannya berbeda dan pastinya perlu teknik tersendiri. Dan masing-masing orang memiliki interest yang berbeda. Saat ber-street hunting saya suka bermain siluet dan flare. Sewaktu mengambil foto portrait saya suka menunggu atau bahkan sengaja membuat eye contact dengan objek foto. Menurut saya dengan eye contact kita bisa menangkap suasana dan bonding dengan objek foto. Selain itu pastinya menangkap moment-moment unik di jalanan, simbol-simbol serta daya tarik lainnya.
Play with the light on street #MASH2014
TIPS & TRICK :
Bawa memory card cadangan, motret street tingkat kegagalannya tinggi karena pengambilan foto tidak by setting. Untuk mendapatkan foto yang bagus potret sesering mungkin, jadi siapkan MC cadangan.

Setting kamera sesimpel mungkin. Yang terpenting adalah mendapatkan moment yang tepat dan karena tidak "by setting" tadi kita harus motret secepat mungkin. Setting standar saya lensa fix, mode auto, kompensasi -0,3. Saya ubah hanya untuk membuat foto dengan kondisi cahanya yg khusus (misal untuk menangkap flare). 

Semoga manfaat, SALAM.




Tongkonan Dengan Atap Batu yang Berusia Ratusan Tahun
Toraja menempati wilayah pegunungan yang subur di bagian utara Sulawesi Selatan, yang secara administratif sekarang dimekarkan menjadi Tana Toraja dan Toraja Utara. Jauh sebelum dikenal sebagai destinasi wisata, Toraja sudah dikenal sejak jaman penjajahan Belanda sebagai sumber hasil bumi. Lereng-lereng gunung di Toraja sebagian besar di sulap menjadi persawahan yang hijau nan subur. Belum lagi jika kita ingin membahas produk unggulan perkebunannya, Kopi Toraja. Saya yang pecinta kopi seperti anak kecil yang tersesat di toko permen. Sejak hari pertama daftar oleh-oleh posisi satu dan dua sudah diisi dengan kopi arabika dan robusta dari Toraja. Orang bugis menyebutnya To Riaja, masyarakat yang tinggal dipegunungan. Kurang lebih mungkin seperti itu asal usul kata Toraja, sekalipun ada versi lain dari cerita ini. Budaya dan tradisi masyarakat toraja merunut sejarah yang panjang ke belakang bahkan sejak jaman batu menhir dan animisme. Kali ini saya akan membagi sensasi berwisata yang tidak biasa di Toraja, Sulawesi Selatan. Menengok situs arkeologi dan peninggalan sejarah yang tidak tersimpan di museum namun tetap menjadi bagian dari keseharian masyarakat, dan memotret keindahan alam serta budaya Toraja.
Tanah Subur To Riaja
Beberapa tempat wisata sudah cukup populer dan menjadi daftar wajib untuk dikunjungi selama di Toraja. Sebut saja jejeran tongkonan, kuburan batu dan pusat kerajinan Ketek Kesu' yang berada di Rantepao Toraja Utara. Dapat ditempuh kurang lebih 30 menit dari Kota Makale. Secara umum tempat ini cukup representatif dengan parkiran yang cukup luas dan tersedia toko-toko souvenir yang menjual ukiran serta kerajinan lainnya sebagai buah tangan. Daya tarik utama dari Ketek Kesu' adalah barisan rumah tongkonan yang masih asli. Tongkonan yang lebih modern dibuat dengan atap spandek dan beberapa sudah menggunakan rangka beton dan dinding bata. Namun di sini rumah tongkonan dibuat dengan atap bambu yang disusun membentuk kurva serta rangka yang seluruhnya terbuat dari kayu yang disampung dengan pasak. Tradisi di Toraja tongkonan dibuat harus menghadap utara dan terdiri dari dua bagian, tongkonan yang berukuran besar sebagai rumah tinggal dan tongkonan yang lebih kecil digunakan sebagai lumbung padi.
Ketek Kesu'
Tempat lainnya yang juga sudah cukup populer adalah Londa, yang relatif lebih dekat dari Malake. Londa adalah tempat pemakaman. Budaya Toraja sangat lekat dengan upacara pemakaman dan tradisi memakamkan jenazah dengan menempatkan sang jenazah dalam gua atau tebing batu yang dipahat membentuk liang. Ada sedikit pergeseran budaya. Mungkin karena tidak mudah mendapatkankan tempat di gua atau membuat liang di tebing batu untuk menempatkan jenazah, saat ini sebagian masyarakat membuat semacam bangunan rumah sebagai tempat persemayaman jenazah keluarga. Di Londa masih terdapat gua alami dan tebing batu yang digunakan untuk menyimpan jenazah. Jasad yang mungkin sudah berusia ratusan tahun hingga yang masih baru ada di gua londa ini. Saat berziarah masyarakat setempat terbiasa menyimpan uang receh dan rokok di dekat tulang belulang jenazah. Sayang sekali beberapa tempat jenazah telah rusak dan tulang belulang jenazah yang mungkin sudah tidak dikenali digabung disatu tempat secara acak.
Kuburan Batu
Gua Londa
Di suatu waktu saya melakukan perjalanan di daerah Rembon dan saya mendapat cerita dari masyarakat bahwa ada satu rumah tongkonan di Toraja yang sudah berusia ratusan tahun. Uniknya lagi tidak seperti tongkonan pada umumnya yang menggunakan atap dari bambu atau yang lebih modern dari spandek/seng rumah tongkonan tersebut menggunakan atap batu. Yap, batu-batu cadas yang dipahat membentuk lempengan kemudan diberi lubang dan dirajut dengan rotan membentuk atap. Seperti kebanggaan masyarakat Toraja pada umumnya, setelah melakukan rambu solo (upacara kematian) tanduk-tanduk kerbau yang dikorbankan dalam acara tersebut dijejer dekat pintu masuk rumah. Di tongkonan tua ini juga ada puluhan tanduk kerbau yang sudah kering dan membatu dijejer dekat pintu masuk tongkonan. Saya sempat bertemu dengan pemilik rumah tongkonan batu ini, menurutnya rumah tongkonan ini dibangun oleh leluhurnya dan sudah berusia ratusan tahun. Sejumlah peneliti arkeologi pernah datang untuk meneliti tongkonan tersebut. Bahkan beberapa peneliti dari luar negeri. 
Penjual Kerbau
Tedong Bonga, Kerbau Paling Mahal Di Dunia
Kerbau atau biasa disebut tedong menjadi bagian penting bagi budaya Toraja. Selain karena latar belakang usaha masyarakat setempat yang beternak dan bertani yang sudah pasti menggunakan kerbau, Dalam sejumlah ritual juga kerbau menjadi simbol budaya. Saking pentingnya sampai ada pasar yang khusus untuk jual beli kerbau. Uniknya pasar kebaru ini hanya ada sekali dalam seminggu dengan hari yang terus berganti dan tempat yang berganti-ganti pula dengan cara bergilir. Pasar yang terbilang luas akan penuh dengan kerbau, hanya ada kerbau yang diperdagangkan. Harga kerbau sangat bervariasi. Tidak hanya ditentukan oleh besar kecilnya kerbau, tapi juga sampai pada kriteria-kriteria tertentu yang tidak umum digunakan. Terutama kerbau yang akan digunakan dalam upacara adat. Pemuka adat akan melihat baik-baik kriteria sebuah kerbau: tanduk, warna kulit, warna mata, bulu ekor dan detail-detail lainnya sebelum menentukan harga kerbau. Kisaran harga kerbau mulai dari 15 juta sampai dengan 1 Milyar. Saya tidak salah sebut, kerbau tertentu ada yang dihargai 1 milyar, setara dengan 4 unit kijang innova tipe tertinggi. Yang menjadi primadona tentu saja kerbau belang yang disebut Tedong bonga. Seekor tedong bonga jantan yang berukuran jumbo, bertanduk putih, dengan corak kulit dan mata serta ekor yang bagus akan dihargai sangat tinggi. Bahkan bisa mencapai 1 milyar.
Adu Kerbau
Upacara adat yang paling utama di Toraja bukan upacara pernikahan atau lahiran seperti didaerah lain. Upacara ada yang utama dalah upacara kematian rambusolo. Jika seorang anggota keluarga meninggal, maka jenazah tersebut akan diawetkan dan disimpan di dalam rumah selama beberapa bulan bahkan tahun. Sambil menunggu kesiapan keluarga untuk menggelar rambusolo. Ini adalah upacara besar yang membutuhkan waktu untuk persiapan dan dana yang tidak sedikit. Salah satunya untuk membeli kerbau dan babi untuk dipotong sebagai bagian dari upacara rambusolo. Namun disinilah letak ikatan tradisinya. Jika seorang anggota keluarga meninggal dan sang anak menyelenggarakan rambusolo, keluarga-keluarga jauh sang anak akan menyumbang kerbau dan babi untuk dipotong di upacara rambusolo. Dan nantinya sang anak punya kewajiban moral untuk ikut membantu menyumbang kerbau dan babi bagi keluarga yang dahulu pernah menyumbang kepadanya. Hanya kerbau jantan yang digunakan dalam rambusolo. Dalam suatu upacara kerbau dan babi yang dipotong bisa berjumlah belasan bahkan puluhan. Sebelum kerbau tersebut digunakan dalam upacara, Ada ritual adu kerbau untuk hiburan bagi sanak keluarga yang hadir di upacara rambusolo.
Kebersamaan dalam Rambu Solo
Sekalipun intinya rambusolo adalah upacara kematian, namun saya melihatnya sebagai pusat tradisi. Masyarakat Toraja sebenarnya sangat plural. Mereka sebagian besar beragama kristen dan masih ada yang menganut kepercayaan To Allo serta sebagian kecil muslim. Namun dalam upacara rambusolo sekat-sekat agama tersebut bukan suatu hambatan. Di upacara tersebut penyelenggara upacara membuat tempat khusus bagi tamu yang muslim dan hanya menyajikan makanan halal bagi mereka. Ini untuk menjaga keyakinan saudara yang muslim dan menghindari mereka menyantap yang haram. Tanpa membeda-bedakan atribut agama semuanya mengambil bagian dan membantu penyelenggaraan upacara.
Berkabung
Masyarakat toraja cukup banyak yg merantau keluar daerah. Upacara rambusolo menjadi ajang berkumpul dan saling mengenal kembali sanak saudara. Tua dan muda berkumpul dalam suasana duka dan berkabung. Berwisata di Toraja tidak hanya untuk mengenal alam yang indah. Ada banyak warna budaya dan sejarah yang turut menjadi karakter Indonesia. Yuk kenali Indonesiamu.

SALAM,
Memancing by Safruddin Alwi
Saya penggemar foto siluet atau dalam bahasa inggris Silhouette, terutama dalam membuat foto-foto human interest. Seperti yang kawan-kawan bisa lihat di galeri foto human interest SoulinArt di SINI. Membuat foto siluet sedikit tricky bagi saya. Secara teknik foto siluet lebih mudah dibuat bahkan dengan kamera saku sekalipun kita bisa membuat foto-foto siluet yang indah. Namun ada kondisi yang dapat menjadi point minus jika foto siluet tidak dibuat dengan prinsip tertentu. Di tulisan belajar foto berikut ini saya ajak kawan-kawan mencoba trik sederhana untuk membuat foto siluet yang "menyihir".
Mengukur Landasan by Safruddin Alwi
Sebenarnya foto siluet adalah foto yang menyimpang dari kaidah umum foto yang baik. Secara umum foto yang baik ditandai dengan bentuk histogram seperti lonceng yang menandakan distribusi cahaya yang merata, tidak ada area yang nge-blok hitam total dan tidak ada bagian yang putih polos karena over exposure. Di foto siluet kita justru sengaja menciptakan suatu bentuk yang nge-blok hitam total dengan membuat area tersebut under exposure. Karena kebutuhan "distribusi cahaya yang merata" itulah kamera digital harus mampu mengcover dynamic range yang luas. Boleh dibilang semakin mahal kamera semakin luas dynamic rangenya (rentang exposure tertinggi dan terendah) dan sebaliknya. Hal tersebut yang menyebabkan untuk membuat foto siluet dengan kamera sakupun bisa bahkan dengan kamera ponsel. karena kebutuhan dynamic range yang tidak terlalu luas.
Pulang Melaut
Metering Exposure :
Yang paling menentukan adalah metering (mengukur cahaya dengan titik fokus tertentu di view finder). Secara sederhana untuk membuat foto siluet kita harus metering ke area paling terang yang ada pada view finder. Berikut trik metering yang dapat memudahkan.
Trik 1 : Saya mengubah setting metering dan fokus di kamera (khusus DSLR). default setting kamera saat memencet tombol shutter akan mengunci fokus dan metering. setting ini saya ubah sehingga saat shutter dipencet hanya mengunci fokus saja. sebagai gantinya tombol A-E lock disamping view finder saya fungsikan untuk mengunci metering. tujuannya untuk memudahkan saat menata komposisi. Setelah mengunci metering dengan tombol A-E lock pada area paling terang di view finder, saya masih bisa menata ulang komposisi dan menentukan fokus dengan tombol shutter. di foto memancing saya metering ke langit dan foto landasan saya metering langsung ke matahari.
Trik 2 : Dynamic range di kamera saya setting "low" karena yang akan ditonjolkan adalah area yang gelap. jari saya juga stand by untuk mengatur kompensasi exposure, jika terlalu terang dikompensasi (-) atau jika terlalu gelap dikompensasi (+) sesuai kondisi pencahayaan saat memotret. foto melaut di atas saya kompensasi minus 0,6 agar bentuk siluet nelayan dan perahunya lebih standout.
Trik 3 : ISO selalu saya setting paling rendah karena area gelap rawan noise. perlu diingat juga untuk menjaga shutter speed pada kecepatan yang aman dari "shake". foto yang shake akan merusak bentuk siluetnya dan gestur menjadi tidak jelas. terutama jika yang ingin dibuat seluet dalam posisi bergerak.
Pulau Dompak by Safruddin Alwi
Komposisi
Pencahayaan yang tidak merata akan membuat foto tampak flat dan tidak berdimensi. Hal tersebut menjadi masalah dalam foto siluet karena faktor distribusi cahaya seperti dijelaskan sebelumnya. Namun hal tersebut bisa disiasati dengan menerapkan teknik komposisi yang baik.
Trik 1 : kita bisa memberikan dimensi pada foto dengan membuat perbandingan ukuran dari objek siluet. dengan efek skala pada elemen komposisi penikmat foto dapat membedakan keberadaan objek di posisi dekat atau jauh. contoh foto pulau dompak ini saya menempatkan objek siluet orang di atas perahu dibagian depan dan siluet masjid pulau dompak di kejauhan pada backgroundnya.
Trik 2 : Supaya penikmat foto dapat merasakan ruang penglihatan fotografer kita bisa memanfaatkan komposisi leading line atau memanfaatkan panjang sisi-sisi foto. seperti pada foto mengukur landasan dan foto memancing di atas atau foto sparkling water di bawah ini.   
Sparkling Water by Safruddin Alwi
Beberapa hal yang perlu dihindari dalam membuat foto siluet adalah menjaga bentuk dan gesture objek siluet dengan speed yang cukup agar tidak shake seperti dijelaskan sebelumnya. hindari komposisi konfensional karena akan membuat foto flat dan tidak menarik. hal lainnya adalah hindari adanya dua objek yang menumpuk, karena hal tersebut mengakibatkan penikmat foto tidak memahami bentuk siluet bahkan menilai bentuk/gesture siluet aneh. saya menyertakan contoh foto yang "salah" secara teknik agar tidak ditiru.
Bad Sampel
Pada sampel foto yang salah ini, dengan komposisi rule of third saja foto menjadi sangat tidak menarik karena penikmat foto tidak dapat merasakan ruang pandang sang fotografer. selain itu di objek siluet perahu mungkin penikmat foto akan merasa aneh dengan ti orang di atas perahu, karena berlawanan arah. hal tersebut dikarenakan sebenarnya objek siluet tersebut adalah dua perahu yang kebetulan berpapasan sehingga tampak seperti 1 perahu.

Demikian sesi belajar fotografi kali ini, semoga manfaat.... SALAM.
Tangan Dibawah by Safruddin Alwi
Dokumentasi kehidupan keseharian di area publik, tanpa arahan, tanpa konsep. Kurang lebih defenisi bebas street fotografi menurut saya seperti itu. Kesannya simpel, cukup dengan satu kamera dan satu lensa di sisi jalanan. Tetapi sebenarnya sangat tricky. Fotografer bertalenta Thomas Leuthard membagikan eBook tentang street photography yang sangat kaya. Bercerita tentang pengalaman sang fotografer. Mulai dari awal mula ketertarikannya dengan dunia street photography sampai dengan teknis dan trik-trik hebat dalam berburu foto street. Bisa diunduh disini : http://book.85mm.ch/GoingCandid.html dan http://book.85mm.ch/CollectingSouls.html
Berjejal di dalam feri
Pilihanku hampir selalu dengan lensa 85mm. Review saya, untuk street photography di kamera DX secara umum terlalu tele sehingga terasa terlalu sempit untuk mengikutkan beberapa elemen dalam frame, namun sangat baik utk mengambil foto portrait. Kecepatan fokus dan ketajamannya bukan tandingan lensa zooming.
Partner Setiaku
On the way to Selayar
Let's go back into 1940 sd 1970.. Di masa ini fotografi berkiblat ke eropa dan disanalah kamera-kamera top tercipta seperti leica dan hazelblad, berbicara tentang street photography serta jurnalistik ada beberapa nama fotografer top  yang melegenda. Sebut saja Henri Cartier-Bresson dan Robert Capa. Jika memperhatikan karya-karya foto street dan jurnalistik di masa itu, menjadi trend di eropa dan mungkin juga amerika foto membuat eye contact dengan subjek foto. Di era tersebut kamera rangefinder dengan focal length medium banyak dijadikan pilihan sehingga perlu pendekatan yang baik untuk bisa mendapatkan eye contact tanpa membuat subyek foto terintimidasi. Padahal jarak antara fotografer dan subjek foto cukup dekat. 
Eye Contact, fotografer Safruddin Alwi
Di ujung Pinisi
Mungkin dipengaruhi keinginan masyarakat terhadap privasi dan etika para pemburu foto yang terkadang kurang baik. Sekarang ini memotret ditempat umum mungkin tidak sebebas dahulu. Memotret orang asing ditempat umum bisa jadi dianggap tidak sopan dan mengganggu. fenomena seperti itu sedikit banyak menggeser mainstream karya street photography. Kebanyakan foto-foto street lebih memainkan elemen shape, shadow, dan pattern. Ada semacam nostalgia untuk membuat foto dengan eye kontak bagi saya. Fotografer NG Ed Kashi karyanya sangat saya sukai. Karyanya memiliki keintiman yang kuat. Melihat karya-karyanya seperti menonton live show pengambilan gambar tersebut.
Tergesa-gesa, Fotografer : Safruddin Alwi
Naik Kapal, Fotografer : Safruddin Alwi
Saya menyukai spontanitas dari subjek foto, sangat jarang bagi saya membuat komunikasi verbal dengan mereka. Ekspresi yang spontan mereka mempesona saya. Untuk street photography saya suka lensa 85 sehingga ada jarak yang cukup agar subjek foto tidak terintimidasi dengan kamera, dan jarak yang memberi kesempatan untuk lari kalau orang yang dipotret tidak suka.. haha.
Telur Pisang Jagung, Fotografer : Safruddin Alwi
Penasaran, Fotografer : Safruddin Alwi
Sebagian besar foto-foto tersebut memotret anak-anak, di samping karena saya suka kepolosan dan kejujuran ekspresi mereka.. lebih mudah dan "aman" untuk memotret mereka, tentu saja jika bapaknya tidak ada disampingnya.. :D beberapa dari foto ini sudah cukup lama, diantaranya saya potret di pelabuhan muara angke tahun 2009 dan dibeberapa lokasi lain yaitu di Terempa Kepulauan Anambas, Makassar, dan di Pulau Muna tanah kelahiran saya.
Sarapan di Perahu, Fotografer : Safruddin Alwi
Pasar Basah, Fotografer : Safruddin Alwi
Lain halnya saat berada dalam ruangan atau situasi yang agak padat atau sempit, lensa yang lebih wide menjadi pilihan dan saya bisa sangat dekat dengan mereka. Ada kesan kehadiran sang fotografer didalamnya dengan cara ini. Seperti membagi ruang pandang sang fotografer, terlebih jika dipadukan dengan angle yang menarik.
Pulas by Safruddin Alwi

Manusia Perahu by Safruddin Alwi
Semoga dapat menambah referensi kawan-kawan.. banyak momen menarik ditepi jalan sana. Salam.
Wallaki, salah satu performer di even Bambu Nusantara 5
Sejenak kita berfokus ke atas panggung. Seni-budaya angklung sudah melekat sebagai salah satu ikon Kota Bandung. ITB menyelenggarakan even musik bertema bambu yang menghadirkan musisi handal plus kreatif Indonesia dan mancanegara. Ini adalah acara musik tahunan yang sudah memasuki tahun ke lima. Bambu Nusantara 5 disponsori oleh kementerian kebudayaan dan pariwisata RI yang gencar memamerkan khasanah budaya Indonesia.
Kolaborasi musisi asal Australia, Chili, dan Indonesia
Even yang digelar dua hari berturut-turut di gedung Sasana Budaya Ganesha ITB ini melibatkan puluhan musisi, menyajikan musik etnik penuh warna serta karya seni lukis, patung, dan fashion yang juga ambil bagian. Wallaki salah satu grup musisi yang perform di even ini, menggabungkan seniman asal Chili yang memainkan Kora (sejenis alat musik petik dari afrika barat), gitaris akustik asal Australia dan seniman asal Indonesia yang memainkan alat tradisional Sadatana (alat musik berbentuk seperti guci yang sudah cukup jarang dimainkan, terbuat dari bahan yang sama untuk pembuatan genteng).

Kolaborasi Beda Generasi
Seniman Angklung Beraksi
Seniman dalam negeri tidak kalah mempesona di Bambu Nusantara ini, kolaborasi lagu sunda yang dibawakan nge-pop sangat menghibur. Bahkan lagu sunda tersebut dicampur dengan musik punk dan hip-hop. Belum lagi permainan angklung yang memukau dari seniman-seniman muda kota Bandung. Tak cukup dengan itu, even ini memamerkan alat musik angklung yang didesain unik sehingga bisa memainkan lagu-lagu dari iPod. Lagu Heal the world milik Michael Jackson dimainkan sangat apik dengan angklung canggih ini. Bahkan tidak melulu soal music performance saja, ada banyak stan kuliner, dari stan maicih sampai aneka jajanan rakyat yang cukup menggoda. Even ini juga memamerkan kreatifitas seniman lukis dan pahat yang tentunya terbuat dari berbahan dasar bambu, alat musik seperti karinding dan aksesoris-aksesoris menarik berbahan dasar bambu juga tidak absen dijajakan. Di salah satu aksi penonton diajak bermain karinding bersama-sama.
Wajah kreatifitas dengan bambu
Meninggalkan aksi musisi di Kota Bandung mari berfokus mendengarkan musik jazz. Kota Batam sedang berbenah melakukan transformasi dari daerah transit dan industri menjadi daerah tujuan wisata. Ada beberapa even untuk memacu transformasi itu, salah satunya Asean Jazz Festival yang tahun ini adalah penyelenggaraan tahun keempat. Tahun ini diselenggarakan di kawasan International ferry terminal Harbour Bay, alasan penyelenggaraan untuk memudahkan para pengunjung dari luar Indonesia (Singapore, Malaysia dll) dan siapa yang tidak tahu Harbour Bay, restoran-restoran seafood dengan suasana yang sangat nyaman di bibir pantai menjadi magnet bagi wisatawan.
Just enjoy the beat.. improvisasi sang pemain perkusi
Sang Basis unjuk kebolehan
Makanan lezat, suasana pantai, dan musik jazz kurang nikmat apa lagi?? sekalipun belum semeriah penyelenggaraan Java Jazz, even ini sudah menjadi salah satu andalan Kota Batam. Berikut beberapa bidikan ke para performer yang sedang beraksi.
Musisi jazz andalan Indonesia Mr. Dwikie Dharmawan dalam aksinya
Berbagi ceritera di akhir bulan ini "Main-main di Hang Nadim"

Big Four, Lokasi : Hang Hadim Airport, Batam
Sekilas fakta tentang bandara Hang Nadim Batam :
Bandara Hang Nadim memiliki panjang runway 4.040 meter, merupakan bandara dengan runway terpanjang di Indonesia dan Asia Tenggara. Bandara ini dibangun di era kepemimpinan Bapak BJ Habibie sebagai ketua otorita batam yang merupakan salah satu proyek megastruktur di batam selain jembatan Barelang (merupakan jembatan terpanjang di indonesia sebelum Suramadu). 


Walk Around, Lokasi : Hang Hadim Airport, Batam
Di awal pembangunannya,  proyek bandara ini dianggap ide gila dan merupakan proyek mubazir dikarenakan saat itu penduduk batam hanya 6.000 jiwa dan sebagian besar masih berupa hutan. Namun sejak beroperasi 1995, Hang Nadim menjadi salah satu bandara tersibuk di Indonesia dengan 250 kali penerbangan dalam seminggu dan menjadi pendukung pertumbuhan ekonomi di Batam dan Kepulauan Riau yang mencapai growth 2 digit beberapa tahun terakhir ini.

Touch And Run, Lokasi : Hang Hadim Airport, Batam
Tidak hanya pesawat sekelas Boeing 737 yang dapat mendarat disini, Pesawat Jombo Jet sekelas Boeing 767 atau Airbus A330 sekalipun dapat melakukan pendaratan dan take off di Hang Nadim.

Landing, Lokasi : Hang Hadim Airport, Batam
Quote For Today :
Kamera terbaik adalah kamera yang ada ditangan anda saat akan mengambil momen..
Ilusi

"mereka bilang dia jutek..."

Big beautiful eyes
Postingan Lama Beranda

Latest Posts

  • Pulau Penyengat, Pulau Kecil Dengan Sejarah Besar
  • Tutorial Photoshop : False Color
  • Tutorial Memilih dan Menggunakan Filter Untuk Foto Landscape
  • Belajar Fotografi : Membuat Foto Siluet (Silhouette)
  • Tutorial Photoshop : Mengedit Warna dan Tone Sebuah Foto
  • Belajar Fotografi : Lebih Lanjut Tentang Komposisi
  • Wisata Natuna : Senoa, Pulau Ibu Hamil yang Mempesona
  • Tutorial Photoshop : Membuat Foto Montase (Montage)
  • Sebuah Liputan Lomba Dragon Boat Tanjungpinang (Photo Essay)
  • Warung Kopi Alias Kopitiam Favoritku

Top List

  • Belajar Fotografi : Melukis Dengan Cahaya
  • Pesona Pantai Kawasan Wisata Lagoi
  • Pulau Penyengat, Pulau Kecil Dengan Sejarah Besar
  • Singkat Cerita Tentang Danau Toba
  • Belajar Fotografi : Komposisi Foto Landscape

Search

Happy Daddy Story

Copyright 2010 Aftertaste Blog.
Blogger Templates Designed by AfterTaste